Ada robot menari dan ahli sepakbola disini

Ada robot menari dan ahli sepakbola disini

0

Seputarsumsel.com-Palembang,
Sebanyak 51 tim dari 21 Perguruan Tinggi dan Politeknik Negeri se-Sumatera menampilkan keahlian rakitan robotnya nih, dalam Kontes Robot Indonesia (KRI) yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Republik Indonesia di Universitas Sriwijaya, Rabu (24/5).

Disini, mahasiswa ngeluarin kemampuannya dalam menampilkan robot-robot kece milik mereka. Tahu gak, KIR menawarkan penghargaan tingkat dunia lho. Artinya, setelah mengikuti lomba tingkat regional, tahap selanjutnya yakni langsung ke nasional. Otomatis dong, kalo udah terpilih jawara di tingkat nasional, bakal langsung melenggang mulus ke tingkat dunia.

Nah, Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI) 2017 ini terdiri dari empat kategori, yakni Robot Pemadam Api Indonesia, Kontes Robot Sepakbola Indonesia, dan Kontes Robot Seni Tari.

Rektor Universitas Sriwijaya Annis Saggaff bilang, kontes ini diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan daya saing dan daya inovasi dari mahasiswa di seluruh Indonesia, yang diharapkan mampu membantu pemerintah dalam menyelesaikan persoalan bangsa. “Diharapkan KRI 2017 tingkat regional ini semakin banyak generasi muda yang tertarik dengan teknologi robotika,” katanya.

Annis juga bilang nih, meskipun tahun lalu Unsri meraih penghargaan The Best Team pada kontes tingkat dunia di Amerika Serikat, pihaknya bakal menargetkan di tingkat regional I Ini untuk bisa melaju masuk ke Nasional. “Setelah di tingkat nasional, kalo mahasiswa kita mampu hingga tingkat dunia, kita pasti akan beri support dan reward,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan, setiap tahun juara di tingkat regional selalu mampu di raih mahasiswa Unsri, karena selalu menampilkan karya robot di empat kategori itu. Kendalanya saat ini adalah dari sumber daya manusia yakni mahasiswa yang menekuni bidang robotik ini nih, yang harus terus dijaring.

“Untuk biaya pembelian bahan pembuatan robot tersebut, butuh dana sekitar Rp100 juta, dan ini selalu kita anggarkan setiap tahunnya,” katanya.

Direktur Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, Didin Wahidin menerangkan, kontes ini nilai awalnya adalah pembelajaran. Ini untuk meningkatkan daya saing, supaya semua peserta meningkatkan kualitasnya.

“Inti dari temanya robot untuk daya saing bangsa. Tahun lalu, pemenang tingkat nasional berangkat untuk tingkat dunia di AS, nanti yang tahun ini ke Jepang,” terangnya

(Teks dan Foto : Zubaer/17)

Your email address will not be published. Required fields are marked *