Aldes, Guru Besar Kimia termuda Unsri

Aldes, Guru Besar Kimia termuda Unsri

0

Seputarsumsel.com-Palembang,
Muda dan berprestasi, tentunya keren banget, ya. Mau berprestasi di usia muda, kuncinya giat belajar doang.

Adalah Aldes Lesbani, yang baru saja dikukuhkan sebagai guru besar Universitas Sriwijaya, yang juga pemecah rekor guru besar pertama di jurusan kimia. Wah..

Bagi orang pintar satu ini, baginya kesuksesan adalah buah dari kerja keras dan doa. Dia pantang menyerah, ulet dan tekun. Dan kalo nemu kegagalan, itu adalah hal biasa, asalkan disikapi dengan mental yang tangguh dan membaja.

Bermodal sering mengotak-atik senyawa kluster logam-oksigen dalam pengembangan industri kimia hulu, Aldes melahirkan karya yang diakui di dunia pendidikan, hingga kemudian membawanya pada dua penghargaan sekaligus, yakni dosen termuda sekaligus dosen pertama di jurusan kimia.

Dan pada hari ini, Rabu (8/3) namanya resmi masuk dalam jajaran guru besar diurutan ke-122 di Universitas Sriwijaya.

Dikatakan Aldes, dalam penelitian yang dilakukannya tersebut, dia menawarkan pengunaan dan memanfaatan logam dan oksigen. Dimana kedua zat ini bisa dimanfaatkannya untuk berbagai keperluan, seperti obat, obat kanker, bisa digunakan sebagai anti karat dan sebagai bahan bahan bakar terbarukan.

“Hal ini sudah sesuai dengan kebutuhan dari pihak pemerintah Provinsi Sumsel yang ingin membuat area kendaraan yang menggunakan bahan bakar terbaru. Ini bisa dikembangkan oleh pemerintah, sehingga keinginan adanya kawasan ramah lingkungan bisa terwujud, apalagi kita akan menyambut perhelatan akbar Asian Games bisa terwujud,” ucapnya.

Penuh rasa kebanggaan, Rektor Universitas Sriwijaya, Anis Saggaff mengucapkan selamat untuk sang profesor muda tersebut. “Selamat, semoga ilmunya berguna untuk orang banyak,” ucapnya.

Anis pun selalu memotivasi seluruh akademisi untuk terus berkarya, berlomba-lomba menjadi manusia paling bermanfaat bagi sesama. Ilmu terus berkembang, para dosen pun wajib berkembang.

Terlebih, mengingat syarat universitas negeri adalah wajib memiliki banyak guru besar. Dalam hal ini, pihaknya menargetkan Unsri punya 300 guru besar demi kejayaan perguruan tinggi terbesar dan terbaik di Sumsel.

“Semua harus didukung oleh jumlah penelitiannya yang terindeks Internasional sebagai syarat utama,” tutupnya. (Ratih/17)

Your email address will not be published. Required fields are marked *