Balita pendek, awas jangan-jangan Stunting

Balita pendek, awas jangan-jangan Stunting

0

Seputarsumsel.com-Palembang,
Bunda, apakah postur balita Anda pendek? Kalo iya, perlu waspada, ya Bunda. Sebab jangan-jangan balita Bunda terkena gangguan gizi. Ada baiknya ayah dan bunda menyimak penjelasan Chief executive officer (CEO) Rumah Sakit Ibu dan Bersalin Azzahra Palembang, dr Mariatul Fadillah.

Di dunia kedokteran ada istilah stunting (tubuh pendek). Buat Bunda yang belum tahu, stunting sendiri merupakan bentuk dari kekurangam gizi dengan indikator tubuh pendek. Di Indonesia sendiri diperkirakan ada 8,8 juta anak yang menderita stunting. Ngeri, ya Bun.

Namun, tubuh ras Mongoloid seperti orang Indonesia, rata-rata emang imut-imut, jadi gak seluruh yang pendek-pendek itu stunting, sebab garis keturunan juga mempengaruhi. So, jangan cepat menyimpulkan juga soal Stunting ini. Kuncinya ada di pengetahuan dan kesigapan Bunda dalam memeriksakan balita ke dokter.

“Jangan dikira balita pendek itu gak apa-apa, bisa jadi stunting, kecuali keturunan ayah dan ibunya (gen) bertubuh pendek. Untuk mengetahui balita itu stunting atau tidak, harus dengan pemeriksaan dan perhitungan sesuai dengan usia, berat badan, dan tinggi badan oleh ahli gizi,” ucap dr Maria.

Untuk mendeteksinya, Bunda harus rajin mengukur tinggi dan berat badan ke Posyandu agar kesehatan anak terpantau. Kalau dirasa si bunda berbadan tinggi dan si ayah berbadan tinggi tetapi pertumbuhan si anak lambat, Bunda harus cepat-cepat periksa ke dokter. Sebab, anak stunting tinggi badannya cenderung gak sesuai dengan usianya. Dan stunting dapat terjadi sejak dalam kandungan dan baru nampak di usia dua tahun.

Lalu apakah stunting itu berbahaya? Menurut Maria, bayi stunting bukan sekedar bertubuh pendek, namun berdampak serius pada kesehatan. Pada usia 0 bulan dalam kandungan hingga berusia 2 tahun adalah golden moment atau masa keemasan, dimana masa ini anak mengalami perkembangan pesat, termasuk otak. Tapi pada balita yang menderita stunting perkembangan otaknya gak maksimal.Bahkan, beberapa resiko penyakit berbahaya, seperti darah tinggi, diabetes miletus, atau kolestrol bakal membayangi anak yang menderita stunting ini.

Terus, gimana dong solusinya? Gampang kok, dengan pola hidup sehat dan asupan gizi yang cukup, sebenarnya stunting bisa dicegah dari dalam kandungan. Oleh karena itu, ibu hamil gak boleh kekurangan gizi. Makanan bergizi gak harus mewah dan mahal loh, makanan sederhana sehari-hari dari sayuran, buah, atau tahu dan tempa pun sehat. Yang penting kandungan gizinya harus seimbang.

Untuk lebih jelas, RSIB Az-Azzahra melalui program Asuhan Nutrisi Pediatrik dalam 1000 Hari Kelahiran Pertama (HPK) melakukan pencegahan stunting sejak dini. Dalam program tersebut, pihaknya mengedukasi masyarakat tentang stunting dan gizi, bahkan sampai urusan menyusui, cara menyiapkan dan mengolah makanan yang baik untuk anak.

Akan tetapi, sambung Maria, program ini perlu mendapat dukungan dari seluruh pihak, terlebih pemerintah daerah. Sebab, untuk program-program ibu dan anak, RSAB Az-Zahra gak segan-segan menggratiskan, meski gak setiap saat layanan cuma-cuma digelar, salah satunya USG gratis. Yuk Bunda, periksa rutin balitanya, ya.. (Ratih/17)

Your email address will not be published. Required fields are marked *