Di Palembang, ada para Hulubalang yang jaga objek wisata

Di Palembang, ada para Hulubalang yang jaga objek wisata

0

Seputarsumsel.com-Palembang,
Kalo kamu suka baca cerita rakyat, gak asing lagi kan dengan istilah Hulubalang. Biasanya kalo dalam cerita, Hulubalang ini adalah pasukan pengawal dalam kerajaan. Emang sih, istilah Hulubalang di zaman modern ini jarang dipake. Tapi masih ada lho, Hulubalang versi Palembang.

Adalah Pemerintah Kota Palembang yang make kata Hulubalang, untuk menjaga para objek wisata di bumi Sriwijaya. Pasukan ini diresmikan dalam syukuran HUT Kota Palembang ke 1334, Sabtu malam (17/6) kemarin.

Hulubalang merupakan warga sekitar lokasi destinasi wisata yang direkrut dan dibekali ilmu dan wawasan yang cukup. So, tugas mereka gak sekedar menjaga doang, tetapi juga mampu merawat, bahkan mengiringi para wisatawan dengan informasi yang dimiliki. Bisa jadi guide juga buat kamu.

“Ada lima destinasi wisata yang memiliki Hulubalang, diantaranya Pulau Kemaro, Makam Bagus Kuning, Kampung Kapitan, Kampung Al Munawar, dan Al-Quran Al-Akbar,” ungkap Walikota Palembang, Harnojoyo.

Para hulubalang ini ditahap awal akan menerima penghasilan serupa dengan honorer. Sampe nantinya wisata di Palembang hidup dan berkembang pesat, hingga mampu memberi penghasilan tambahan bagi mereka.

Tenyata di hari spesial tersebut, Pemkot Palembang juga melaunching tagline “Palembang The City Where The Culture and River meet in Harmony”. Melalui tagline ini diharapkan bisa melejitkan sektor pariwisata di Palembang.

Kira-kira apa makna dari tagline ini ya? Tagline tersebut mengartikan budaya yang ada di dalam kota Palembang bertemu dengan selaras dengan sungai musi. Kan Palembang kebesaran sungai Musi udah tersohor sejak zaman Sriwijaya dulu.

“Gak hanya menjadi urat nadi kehidupan masyarakat. Sungai musi telah memberi banyak arti bagi warga Palembang. Untuk itu, tagline ini diharapkan dapat mewakili apa yang kita telah rasakan, serta apa yang kita canangkan kedepan,” ungkap Harnojoyo.

Kepala Dinas Pariwisata, Isnaini Madani bilang, tagline dan konsep hulubalang ini akan membantu pemerintah dari segi promosi. Sebab, dengan nama tersebut Palembang juga telah sejajar dengan kota wisata lain di Indonesia. “Setelah yang pertama branding, lalu yang kedua kita lakukan advertising di media, media luar ruang, sosmed dan sebagainya, dan terakhir selling. Kita jual wisata kita,” ungkap Isnaini.

(Teks dan Foto : Ratih/JuDO/17)

Your email address will not be published. Required fields are marked *