Hari Santoso : Mau jadi pengusaha? Harus sekuat Kecoa!

Hari Santoso : Mau jadi pengusaha? Harus sekuat Kecoa!

0

Seputarsumsel.com-Palembang,
Meski menjijikkan, dan dicap sebagai hewan jorok penyebar penyakit, kecoa ternyata banyak manfaatnya. Selain sebagai penyeimbang alam, binatang ini pun menjadi simbol kekuatan pengusaha.

Terdengar menggelitik sih, tapi hal inilah yang diungkapkan Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Hari Santoso Sungkari, dalam kegiatan Bekraf Developer Day (BDD) Palembang 2017, di Hotel Novotel, Minggu (9/7) di hadapan ribuan anak muda mengikuti acara tersebut.

Dijelaskan Hari, kecoa adalah makhluk sulit untuk mati. Bahkan serangga ini mampu bertahan dari dahsyatnya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki yang menelan banyak korban jiwa. Dan anehnya lagi, binatang ini bisa bertahan hidup meski tanpa kepala.

“Jadilah seperti kecoa, yang merupakan mahkluk hidup dari zaman purba yang masih bertahan hingga sekarang. Dengan berkreatif anda akan bisa bertahan, kalau usaha itu sering jatuh itu biasa, tapi seberapa banyak kita bangun. Mindset ini yang harus kita tanamkan,” jelasnya.

Heri pun berpesan, stop untuk tergantung dengan Sumber Daya Alam (SDA), sebab akan ada titik abis, dan butuh waktu ratusan juta tahun baru bisa mengembalikannya, atau tidak dapat diperbaharui. Sehingga butuh kreatifitas dari SDM-nya. Ekonomi kreatif ini adalah ekonomi masa depan Indonesia.
Tentang Peran Bekraf

Genks, Bekraf ini merupakan bagian dari pemerintah yang memiliki enam deputi lho. Dengan kekuatan yang dimiliki, Bekraf melakukan pelatihan, bimbingan, pendampingan, dan mendorong industri kreatif Indonesia dapat berkembang pesat hingga diakui dunia, termasuk di Palembang.

Makanya, Bekraf singgah ke kota Pempek untuk menyemangati anak muda Palembang kreatif. Jadi, dengan digelarnya BDD diharapkan dapat merangsang pertumbuhan industri kreatif di Palembang.

Apalagi, menurut Hari, Kota Palembang itu cukup besar potensinnya, bahkan tahun depan jadi tuan rumah Asian Games 2018, dengan kegiatan seperti ini diharapkan dapat melahirkan developer bertalenta yang dapat berkontribusi di perusahaan dalam dan luar Palembang.

“Kita pengen waktu Asian Games 2018, ada pembicara dari pemuda Palembang yang sukses di bidang ekonomi kreatif ini,” ucapnya.

Terkait hal ini, terdapat 16 sub sektor ekonomi kreatif nasional yang telah ditetapkan pemerintah, yakni aplikasi dan pengembangan game, arsitektur dan desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fesyen, film, animasi video, fotografi, kriya (kerajinan tangan), kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, televisi dan radio.

Adapun untuk potensi di Palembang, pihaknya belum dapat memastikan, butuh penilaian yang dilakukan oleh Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) dengan memetakan potensi dan tantangan yang dihadapi daerah tersebut.

“Kita sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Dalam mengambangkan industri kreatif ini harus fokus dikerjakan satu per satu, seperti di Malang tahun ini fokus pada bidang aplikasi dan games,” sebutnya.

Nah ngomongin usaha, pasti ada modal, betul kan? Terkait hal ini, Bekraf memfasilitasi pelaku usaha untuk mendapat akses permodalan dari lembaga keuangan atau mendapat investor.

Faktanya, 5 trilyun permodalan itu ada di perbankan, dan 11 trilyun modal ventura. Selama ini perbankan lihat track record bisnisnya bagaimana, bagi startup (perusahaan rintisan) itu sulit, karena itu ia memberikan wawasan kepada lembaga keuangan, bagaiman berinventasi ke sektor kreatif.

“Kami juga mempertemukan pelaku usaha (startup) dengan investor dalam satu forum. Pelaku usaha akan memperesentasikan produknya di depan invertor, agar mereka tertarik untuk berinvestasi. Jadi, kalo masih mengandalkan pemerintah itu belum kreatif, sebab kreatif itu dapat mendatangkan investor,” ungkapnya.

Gak cuma itu doang, Bekraf pun telah melakukan MOU dengan berbagai negara untuk memajukan industri kreatif Indonesia lho. “Kita sudah kerjasama dengan 40 pemerintah kota/kabupaten dan negara-negara di dunia, di antaranya Inggris, Korea dan Swedia,” pungkasnya.

(Teks dan Foto : Ratih/17)

Your email address will not be published. Required fields are marked *