Kira, pendaki cilik yang berhasrat taklukkan Kerinci

Kira, pendaki cilik yang berhasrat taklukkan Kerinci

0

Seputarsumsel.com-Palembang,
Kira begitu sapaan akrabnya. Gadis kecil berdarah Pagaralam yang lahir 25 Mei 2008, dengan nama lengkap Kira Tafida Azzahra adalah anak perempuan biasa seperti kebanyakan anak perempuan. Sedikit manja, feminim dan pemalu. Tumbuh dilingkungan yang ramai dengan anak kecil dan orang-orang dewasa yang suka anak anak juga suka mendaki gunung.

Mengapa memilih gunung? Karena kami cinta Indonesia, begitu kata salah satu pionir pendaki Indonesia yang legendaris. Dan menurut kedua orang tua Kira, Indonesia itu penuh pesona, serpihan surga.

Sayang sekali, bila hanya bisa menikmatinya melalui layar kaca atau cerita di buku sekolah. Kira memang diajarkan mengenal gunung, mulai dari mendaki, ekosistem pegunungan dan cuacanya walau hanya kulitnya saja, sedini mungkin, bukan untuk gagah-gagahan atau untuk ikutan trend, tapi memang sudah menjadi cita-cita orang tuanya sebelum Kira dilahirkan.

Untuk memperkenalkan keindahan alam dan bagaimana menjaganya, Kirapun sudah dibiasakan untuk gak membuang sampah sembarangan sejak kecil, dimana banyak orang dewasa bahkan sangat sering melakukan kesalahan ini walau hanya membuang sebungkus kulit permen atau selembar tisue.

Kira juga diajarkan untuk menyayangi dan menjaga kelangsungan mahluk hidup apapun itu, seperti jangan memetik bunga bila hanya untuk mencium wanginya, namun cukup hirup wanginya saat dia tetap ditangkainya, dan biarkan bunga meneruskan siklus hidupnya. Pelajaran yang sangat kecil tapi dampaknya sangat besar terhadap lingkungan.

Ketika Kira berusia dua tahun tujuh bulan bersama kedua orang tuanya yang dipanggilnya Abi, Umi dan team yang lainnya melakukan pendakian gunung Dempo pada tahun 2011 melalui jalur Jarai. Sepulangnya dari sana janji pun tercetus dr mulut sang Abi tentang keinginan untuk mengajak Kira ke gunung Rinjani. Waktu berlalu dan keinginan yang sempat tertunda selama beberapa tahun akhirnya dapat ditunaikan pada akhir April 2017.

Sepulangnya dari Rinjani,tanpa di duga ternyata Kira menyatakan kerinduannya untuk nanjak lagi. Dan bagai gayung bersambut keinginan itupun senada dengan hasrat Abinya yang berniat melakukan pendakian di gunung Gede bersama seorang sahabat. Alhasil niat itupun dilaksanakan pada akhir Juli 2017.Dan entah mengapa, tanpa ada obrolan sebelumnya tanpa disangka Kira minta untuk mendaki gunung Kerinci. Pendakian kali ini rencananya akan di laksanakan pada bulan oktober 2017 nanti.

Semoga bisa terlaksana ya Kira. Mohon doa dan dukungan sanak saudara handai taulan sahabat dan saudara semua. Semoga dapat menjadi inspirasi dan motivasi buat semua.

(Teks dan Foto : RuL/IST/17)

Your email address will not be published. Required fields are marked *