Menelusuri suku-suku yang ada di Sumatera Selatan

Menelusuri suku-suku yang ada di Sumatera Selatan

Editors choice
0

Seputarsumsel.com-Palembang,
Selain dikenal akan ragam budaya dan tradisi, Indonesia pun dikenal memiliki begitu banyak ragam suku bangsa yang tersebar di seluruh pelosok negeri. Khususnya di Sumatera Selatan, menurut sumber yang dilansir oleh sebuah akun media sosial milik Daya. Bumi Sriwijaya ini pun menyumbang 12 suku besar dan terkenal yang tersebar hampir di seluruh penjuru wilayah Sumatera Selatan. Nah ingin tahu suku apa sajakah itu, berikut rangkuman yang telah dikemas oleh tim seputarsumsel.com ;

1. Suku Komering
Komering merupakan salah satu suku atau wilayah di Sumatera Selatan yang berada di sepanjang aliran sungai Komering. Seperti halnya suku-suku di Sumsel, karakter suku ini adalah penjelajah sehingga penyebaran suku ini pun cukup luas hingga merambat ke provinsi Lampung. Suku komering pun terbagi atas dua kelompok besar yaitu Komering Ilir yang tinggal di sekitaran Kayu Agung lalu satunya adalah Komering Ulu yang tinggal di sekitaran kota Baturaja.

Suku komering ini pun terbagi atas beberapa marga diantaranya marga Paku Sengkunyit, marga Sosoh Buay Rayap, marga Buay Pemuka Peliyung, marga Buay Madang, dan terakhir marga Semendawai. Selain itu juga wilayah budaya komering ini merupakan wilayah yang paling luas diantara suku-suku lainnya yang ada di Sumatera Selatan.

Berdasarkan hikayat masyarakat Komering sendiri, suku Komering dan suku Batak dikisahkan masih bersaudara. kakak beradik yang datang dari negeri seberang dimana setelah sampai di Sumatera mereka pun berpisah, sang kakak pergi ke Selatan dan sang adik ke Utara menjadi puyang suku Batak. Hal ini pun terlihat dari karakter masyarakat suku Komering dan suku Batak yang dikenal memiliki tempramen yang cukup tinggi dan keras.

2. Suku Palembang
Kelompok suku ini memenuhi 40-50 persen daerah di Kota Palembang, dimana dalam suku ini pun terbagi dua kelompok yaitu kelompok wong jeroo yang merupakan keturunan para bangsawan atau sedikit lebih rendah dari orang-orang istana kerajaan tempo dulu yang berpusat di Palembang. lalu selanjutnya adalah kelompok wong jabo yang merupakan rakyat biasa.

Menurut seorang ahli yang juga keturunan raja megakui bahwa suku Palembang merupakan hasil dari peleburan bangsa Arab, Cina, suku Jawa dan kelompok-kelompok suku yang ada di Indonesia. Suku Palembang sendiri memiliki dua ragam bahasa yaitu Baso Palembang Alus dan Baso Palembang Sari-Sari.

Suku Palembang biasanya menetap di dalam rumah yang didirikan di atas air atau dikenal dengan rumah rakit terapung, sedangkan model arsitektur rumah Palembang yang paling khas adalah rumah Limas yang kebanyakan didirikan berupa panggung di atas air yang berfungsi untuk melindungi banjir yang sering terjadi akibat luapan sungai Musi.

3. Suku Gumai
Suku Gumai adalah salah satu suku yang mendiami daerah di Kabupaten Lahat. Sebelum adanya kota Lahat, Gumai merupakan satu kesatuan dari teritorial Gumai yaitu marga Gumai Lembak, marga Gumai Ulu dan marga Gumai Talang.

Setelah adanya Kota Lahat, maka Gumai menjadi terpisah dimana Gumai Lembak dan Gumai Ulu menjadi bagian dari kecamatan Pulau Pinang sedangkan Gumai Talang menjadi bagian dari Kecamatan Kota Lahat.
4. Suku Semendo
Suku Semendo ini berada di Kecamatan Semendo, Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan. Konon ceritanya suku Semendo berasal dari keturunan suku Banten yang pada beberapa abad silam pergi merantau dari Jawa ke pulau Sumatera dan kemudian menetap dan beranak cucu di daerah Semendo.

Hampir 100 persen penduduk Semendo hidup dari hasil pertanian yang masih diolah secara tradisional. Lahan pertanian mereka pun cukup subur karena berada kurang lebih 900 meter dari atas permukaan laut. Ada 2 komoditi utama di daerah ini yaitu kopi jenis Robusta dengan jumlah produksi yang mencapai 300 ton per tahunnya dan yang lainnya adalah padi dimana daerah ini termasuk salah satu lumbung padi untuk wilayah di Sumatera Selatan.

Adat istiadat serta kebudayaan daerah ini pun sangat dipengaruhi oleh nafas keislaman yang sangat kuat. Mulai dari musik rebana, lagu-lagu daerah dan tari-tarian yang sangat di pengaruhi oleh budaya melayu Islam. Bahkan bahasa yang digunakan dalam pergaulan sehari-hari pun menggunakan bahasa Semendo yang setiap kata pada setiap bahasa umumnya berakhiran “e”.

5. Suku Lintang
Kawasan pegunungan Bukit Barisan di Sumatera Selatan merupakan tempat tinggal suku Lintang yang diapit oleh suku Pasemah dan Rejang, suku Lintang ini pun merupakan salah satu suku Melayu yang tinggal di sepanjang tepian sungai Musi di Sumatera Selatan.

Suku Melayu Lintang hidup dari bercocok tanam yang menghasilkan kopi, beras, kemiri, karet dan sayur-sayuran. Meski tinggal di tepian sungai Musi, Namun Suku ini tidak pernah mencari nafkah di sektor perikanan, mereka bahkan lebih cenderug berternak dengan memelihara kambing, kerbau, ayam dan lain sebagainya.

Orang lintang adalah penganut agama Islam yang cukup kuat. Hal ini terlihat dari banyaknya masjid-masjid dan pesantren untuk melatih kaum muda nya.

6. Suku Kayu Agung
Suku Kayu Agung berdomisili di Sumatera Selatan tepatnya di Kabupaten Ogan Komering Ilir dengan Ibukota Kayu Agung yang wilayahnya dialirin oleh sungai Komering. Bahasanya sendiri terdiri dari atas dua dialek yaitu dialek Kayu Agung dan dialek Ogan.

Suku Kayu Agung mayoritas beragama Islam, tetapi mereka juga mempertahankan kepercayaan lama yaitu kepercayaan mengenai dunia roh. Suku Kayu Agung percaya bahwa roh -roh nenek moyang mereka dapat mengganggu manusia. Oleh karena itu, sebelum mayat dikuburkan harus dimandikan dengan bunga-bunga supaya arwah sang roh yang mati ini lupa akan jalan balik ke rumahnya. Bahkan ada juga beberapa tempat keramat yang mereka anggap sebagai tempat bersemayamnya para arwah.

7. Suku Lematang
Suku ini tinggal di daerah Lematang yang terletak diantara Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Lahat, daerah ini juga berbatasan dengan daerah Kikim dan Enim. Suku ini juga menempati wilayah sepanjang sungai Lematang di sekitar kota Muara Enim dan Kota Prabumulih.

Orang Lematang pun dikenal ramah dan sangat terbuka dalam menyambut setiap pendatang yang ingin mengetahu seluk beluk dan keadaan daerah ataupun budayanya. Mereka juga memiliki rasa kebersamaan yang tinggi dan terbukti dari sikap gotong royong dan tolong menolong bukan hanya kepada masyarakat Lematang sendiri tetapi juga kepada masyarakat luar.

8. Suku Ogan
Suku Ogan terletak di Kabupaten Ogan Komering Ulu dan Ogan Komering Ilir. Mereka mendiami tempat di sepanjang aliran sungai Ogan dari Baturaja sampai ke Selapan. Orang Ogan biasanya disebut orang Pagagan, yang mana suku ini terbagi menjadi 3 sub suku yakni Pagagan Ulu, Pagagan ilir dan suku Penesak.

9. Suku Pasemah
Suku Pasemah adalah suku yang mendiami wilayah Kabupaten Empat Lawang, Kabupaten Lahat, Ogan Komering Ulu, dan sekitar kawasan gunung Dempo. Suku ini pun banyak merantau ke daerah-daerah di Provinsi Bengkulu.

Menurut sejarah, suku ini berasal dari keturunan Raja Darmawijaya(Majapahit) yang menyeberang ke Palembang (Pulau Perca) dimana suku ini tersebar di bukit Barisan khususnya di lereng-lereng. Pasemah sendiri diartikan berasal dari kata Basemah yang berarti berbahasa Melayu.

10. Suku Sekayu
Suku Sekayu terletak di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin, yang jika diartikan Suku Sekayu merupakan “Manusia Sungai” dan senang mendirikan rumah-rumah yang langsung berhubungan dengan sungai Musi. Tidak seperti suku lainnya yang ada di Indonesia seperti suku Bugis, Minangkabau ataupun Jawa, suku Sekayu jarang berpindah-pindah ke tempat yang jauh. Keinginan untuk lebih maju dan mencari keberuntungan pun mereka lakoni hanya sampai di Ibukota Provinsi.

11. Suku Rawas
Suku ini terletak di wilayah aliran sungai Rawas dan sungai Musi bagian utara, Suku ini menempati wilayah di Kecamatan Rawas Ulu, Rawas Ilir dan Muara Rupit di Kabupaten Musi Rawas utara. Bahasa Rawas pun masih tergolong ke dalam rumpun Melayu sedangkan wilayah ini banyak terdapat perkebunan karet yang masih dikelola oleh masyarakat sekitar.

12. Suku Banyuasin
Suku ini terutama tinggal di Kabupaten Musi Banyuasin yaitu di Kecamatan Babat Toman, Banyu Lincir dan Banyuasin 2 dan 3 . Umumnya mereka tinggal di dataran rendah yang diselingi rawa-rawa dan berada di daerah aliran sungai. Selain itu juga, mereka pun masih percaya terhadap hal-hal takhyul, tempat keramat dan benda-benda berkekuatan gaib. Mereka juga menjalani beberapa upacara dan pantangan.
Itulah beberapa suku yang ada di Sumatera Selatan yang coba kami rangkum dari berbagai sumber dan thread yang ada, semoga hal ini dapat menjadi informasi tambahan bagi kita semua untuk lebih mengenal keragaman suku, budaya dan tradisi dari daerah yang kita banggakan ini. (Pong/16)

Your email address will not be published. Required fields are marked *