Mengantisipasi berita hoax, gimana caranya?

Mengantisipasi berita hoax, gimana caranya?

0

Seputarsumsel.com-Palembang,
Kalo Al-Qur’an menyebutkan fitnah itu lebih kejam dari pada pembunuhan, karena membunuh karekter seseorang. Begitu juga dengan berita hoax atau bohong, sangatlah berbahaya dapat memecah belah bangsa. So, harus sepakat ya untuk memberantasnya!

Banyak cara yang bisa dilakukan. Antara lain yang dilakukan oleh Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Palembang dengan membentuk Kelompok Informasi Masyarakat (KIM). Untuk diketahui nih, kalo KIM ini diresmikan pada 13 Juli 2017 lalu di Hotel Horison Ultima lho.

Selanjutnya, anggota KIM ini dibekali dengan ilmu tentang komunikasi dan informasi. Nah, pembekalan itu bertajuk Temu Lembaga Komunikasi Sosial Kementerian Komunikasi dan Informasi, di Hotel Excelton Palembang, Senin (17/7).

Walikota Palembang, Harnojoyo melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahtaraan Rakyat Setda Kota Palembang Sulaiman Amin mengatakan, setelah dilaunching beberapa waktu lalu diteruskan dengan membekali anggota KIM dengan pengetahuan tentang ilmu komunikasi dsn informssi terutama tentang antisipasi berita hoax.

“Berita haox sangat membahayakan, dapat memecah belah persatuan dan kesatuan. Kita tahu Sumsel zero konflik, jangan sampe masuknya berita hoax, terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan. Karena itu harus ada pihak-pihak yang dapat meluruskan informasi. Hari ini KIM diajak berdialog atau berdiskusi bertujuan untuk menyikapi berita hoax, sehingga kalau ditemukan di lapangan mereka sudah tahu,” jelas dia.

Apalagi Palembang merupakan kota yang dipercaya sebagai tuan rumah Asian Games 2018 dan akan dilaksanakan juga pesta politik (Pilkada), yang mana kondisi ini rawan untuk dipecah belah. “Dengan informasi yang baik dapat menciptakan kondisi yang kondusif,” ulasnya.

Terlebih, sambung Sulaiman, KIM ini merupakan corong pemerintah, sehingga apa yang tidak dapat disampaikan langsung oleh pemerintah ke masyarakat akan disampaikan KIM, terkait program, informasi, pelayanan atau yang menyangkut tentang pemerintah lainnya.

Sementara Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Palembang, Yanuarpan Yani menyebutkan kegiatan Temu Lembaga Komunikasi Sosial diikuti 75 peserta yang merupakan anggota KIM dari utusan masing-masing kecamatan. Dikatakannya juga, jika anggota KIM di Palembang saat ini berjumlah 1070 orang, dimana setiap kelurahan terdapat 10 anggota KIM.

“Mereka merupakan perpanjangan tangan pemerintah yang akan menginformasikan kepada masyarakat, tentunya informasi benar, dan juga keberadaan KIM ini untuk mengantisipasi berita hoax,” ulasnya.

Staff alhi Kementerian Komunikasi dan Informasi Bidang Hukum, Henry Subiakto menjelaskan ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk memberantas berita hoax, yakni pertama dengan kegiatan literasi kepada masyarakat, kedua penegakan Undang-Undang Infomarsi dan Transaksi Elektronik, dan ketiga, kerjasama dengan banyak pihak. “Termasuk peran MUI sangat penting, melalui pendekatan keagamaan,” jelas dia.

Selain itu, pihaknya pun mengkhawatirkan fenomena munculnya media-media “abal-abal”. Disebutkan dia, ciri-ciri Media ini adalah gak ada kantor, gak punya wartawan, gak jelas siapa pengelolanya, gak berbadan hukum di Indonesia, gak berkomitmen dengan kode etik jurnalistik, gak dapat dipertangungjawabkan, serta gak bisa dimintai klarifikasi.

“Media ‘abal-abal’ ada ribuan,” gak perlu tenaga wartawan, tinggal copy paste saja. Ini sangat bahaya dapat membunuh media konvensional yang ada. Media ini dapat dipakai untuk alat politik dan menghasilkan uang. Ini profesi baru,” terangnya.

Senada, Sekertaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Palembang, Syaifudin menegaskan sebelum membagi informasi harus tabayun atau klarifikasi terlebih dahulu. “Kroscek dulu, baca dulu, teliti, baru diyakini apakah informasi itu benar atau tidak. MUI mengingatkan masyarakat untuk saring informasi sebelum dishare,” terangnya. Jadi, jangan asal share informasi ya!

Your email address will not be published. Required fields are marked *