Modal tongkol jagung & sabut kelapa bisa raih medali

Modal tongkol jagung & sabut kelapa bisa raih medali

0

Seputarsumsel.com-Palembang,
Program Penulisan Karya Ilmiah yang menjadi program unggulan di SMAN Sumsel Palembang, ternyata sangat dimanfaatkan oleh anak-anak didiknya, sebagai ajang menelurkan prestasi. Ini terbukti saat Surya Bima Wicaksono dan Jaya Firmansyah, yang berhasil merebut medali emas di final Indonesian Science Project Olympiade (ISPO) Ke-9 tahun 2017.

Mereka berhasil merebut juara, hanya dengan bermodal tongkol jagung dan sabut kepala. Walah.. rahasianya apa, nih?

Photonya Nanda Nasrullah/17

Bima dan Jaya berhasil mengalahkan ketiga finalis lainnya, dimana ajang tersebut digelar di Sekolah Kharisma Bangsa, Tangerang, 24-26 Februari lalu. Judul karya ilmiah yang mereka buat yakni ‘Pemanfaatan Sabut Kelapa dan Tongkol Jagung Sebagai Bahan Pembuatan Papan Partikel Tahan Api’. Karya ilmiah ini gak terlepas dari peran sang guru pembimbing, Handayani yang juga merupakan guru Kimia SMAN Sumsel.

Tongkol jagung dan sabut kelapa ternyata punya kandungan selulosa didalamnya, sehingga bisa disulap menjadi papan partikel yang bisa tahan api. Amazing banget kan, guys.

“Dengan adanya papan partikel ini dari tongkol jagung dan sabut kelapa ini, kami berharap kedepan penelitian ini bisa jadi home industry, karena selain mengurangi sampah, ini juga bisa mengurangi tingkat kerugian akibat kebakaran,” jelas Bima.

Tahu, gak, mereka mendapatkan ide penelitian tersebut, hanya karena sering melihat tumpukan tongkol jagung disamping penjual jagung di kawasan Jakabaring Palembang. Dan sabut kelapa yang digunakan, memang sering mereka lihat di halaman rumah, dibuang begitu saja. Menurut Jaya, penelitian ini membutuhkan waktu sekitar 4 bulan, dan papan partikel bisa diperbanyak dan digunakan untuk bahan pembuat furniture.

Limbah kapuk disulap jadi Biobattric

Satu lagi, nih yang ngebanggain Sumsel, yakni Biobattric atau Bio-battery Energetic, yang diwujudkan oleh Melly Puspita dan RM Temmy Arif Hidayat. Mereka mampu mengubah lumbah kapuk dan kertas bekas, menjadi glukosa yang kalo dicampur ke aki, maka akan menghasilkan listrik. Berkat penelitian ini, mereka dapet penghargaan Honorable Mention.

Photonya Nanda Nasrullah/17

Penelitian mereka diberi judul ‘Pemanfaatan Limbah Kapuk Sebagai Cairan Pengisi Baterai Aki’. Dibimbing penuh oleh Asisten Lab SMAN Sumsel, Fadly Ardiano , penelitian ini patut dibanggakan.

Bermodal limbah kapuk bekas yang sudah gak terpakai lagi, ditambah kertas bekas yang mereka ambil di bank sampah, yang merupakan salah satu program pengelolaan sampah di SMAN Sumsel.

Ternyata, kapuk memiliki kandungan enzim selulase, sementara kertas memiliki kandungan selulosa. So, kalo keduanya dicampurkan maka akan bereaksi dan menghasilkan glukosa, yang mampu menghasilkan listrik kalo dicampur dengan cairan aki.

Prestasi demi prestasi terus ditelurkan anak-anak didik di SMAN Sumsel ini. Kepala Sekolah SMAN Sumsel, M Ridwan Aziz M.Pd mengatakan, program yang dijalankan oleh sekolah ini mampu memberikan dampak positif bagi para siswa.

“Menghasilkan karya ilmiah seperti ini, membuat kami harus terus berinovasi kedepan, dan tidak cepat berpuas diri,” tuturnya.

Well, prestasi ini juga menjadi prestasi kita semua tentunya, ya. Pastikan anak didik kita mendapatkan ilmu pengetahuan dan pelajaran terbaik di bangku sekolah, seperti yang ada di SMAN Sumsel. (RuL/17)

Your email address will not be published. Required fields are marked *