Pengelola Karaoke Keluarga Berharap Bisa Buka Seperti Biasa Saat Ramadhan

Pengelola Karaoke Keluarga Berharap Bisa Buka Seperti Biasa Saat Ramadhan

0

Seputarsumsel.com,Palembang-
Mendekati bulan suci Ramadhan, biasanya akan ada aturan-aturan tegas yang dikeluarkan pemerintah daerah (Pemda) terkait tempat hiburan yang biasanya akan diminta untuk tidak beroperasional selama bulan suci ramadhan. Hal itu untuk menghormati umat Islam yang sedang melaksanakan ibadah puasa.

Dengan adanya peraturan untuk menutup sementara tempat hiburan ini, tentunya akan berdampak terhadap pendapatan yang akan diperoleh oleh para pengusaha tempat hiburan ini. Karena itu Asosiasi Karaoke Keluarga di Palembang mendatangi kediaman dinas Walikota Palembang yang terletak di jalan Tasik Palembang, Rabu (11/4/18).

Yang mana kedatangan 12 pengelola karaoke keluarga ini, meminta Penjabat Sementara (Pjs) Walikota Palembang, untuk tidak menutup operasional karaoke keluarga, selama ramadhan.

“Kita datang untuk menympaikan ke Pjs Walikota, karena aspirasi dari karyawan dari 13 karaoke keluarga yang tersebar di Palembang. Karena jika selama ini, kita tutup sebulan. Kita berharap ramadhan tahun ini kita tetap buka,” jelas Ketua Asosiasi Karaoke Keluarga, Hendra usai audensi dengan dengan Pjs Walikota Akhmad Najib.

Hendra menerangkan, Karaoke keluarga ini berbeda dengan karaoke lain. Karena karaoke keluarga merupakan hiburan keluarga yang ingin menyalurkan hobi menyanyinya.

Dan harus dibedakan ada tiga jenis karaoke yang harus dibedakan, yakni karaoke hall yang biasanya merupakan fasilitas pada restoran atau tempat hiburan, karaoke eksekutif yang memang menyiapkan LC dan karaoke keluarga, yang untuk keluarga.

Dimana, untuk karaoke keluarga pintu atau kaca di ruang karaoke kita transparan sehingga bisa dilihat aktifitas orang didalam ruangan.

“Kita tidak ada LC, kemudian juga tidak ada narkoba. Karena ini karaoke keluarga, jadi banyak keluarga yang datang untuk menyalurkan hobi atau bakar menyanyinya. Tidak ada praktik asusila ataupun yang dilarang oleh agama,” terangnya.

Banyak alasan kenapa pengusaha karaoke keluarga meminta agar tetap bisa beroperasional. Selain karena untuk tambahan penghasilan karyawan, opersional seperti pembayaran royalty tetap berjalan meski libur.

“Karyawan memang digaji dan THR masih diberikan, tapi karyawan berharap biasanya ada penghasilan tambahan yang biasa didapat dari tips pengunjung. Belum lagi, kami pengusaha karaoke harus membayar royalty ke pemilik lagu,” ungkapnya.

Sementara Pjs Wako Palembang, Akhmad Najib mengungkapkan, pihaknya belum bisa memberikan keputusan dan akan mengkajinya dulu dengan stakeholder terkait.

“Kita akan rapatkan dulu, bagaimana aturannya dari Kemenag sendiri. Nanti akan dibahas dulu karena Ramadan itu bulan suci. Jadi, jangan sampai menganggu kekhusyuan umat Islam beribadah,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan, Kepala Satpol PP Palembang, Alex Ferdinandus, terkait rencana tetap dibukanya karaoke keluarga saat ramadhan. Hal itu tidak bisa langsung dipenuhi.

“Memang setiap tahun seluruh tempat hiburan tanpa terkecuali harus tutup. Karena tidak ada yang bisa menjamin, tidak akan ada perbuatan menyimpang,” tandasnya.(iya/18)

Your email address will not be published. Required fields are marked *