Puluhan massa minta Pemkot segera hentikan pembangunan Hotel Ibis

0

Seputarsumsel.com-Palembang,
Udah pada tahu kan Genks, soal pembangunan Hotel Ibis yang meninmbulkan polemik akhir-akhir ini? Iya, hotel yang udah dimulai pembangunannya di kawasan Jalan Letkol Iskandar Palembang, ini udah ditutup paksa sejak 15 Agustus lalu. Pemkot Palembang menutup paksa sekaligus memulangkan 100 orang karyawannya. Keputusan ini dilakukan sesuai dengan kesepakatan hasil rapat bersama SKPD dan gabungan komisi I, II, dan III DPRD Kota Palembang ya, karena menyalahi aturan pembangunan.

Nah, hari ini, Kamis (24/8), puluhan massa berdemo, meminta pembangunan hotel milik Thamrin Group ini dihentikan. Massa yang tergabung dalam Masyarakat Palembang Menggugat, mendatangi Kantor Walikota Palembang, guna meminta pembangunan Hotel Ibis dihentikan permanen. Mereka menilai, pembangunan ini menimbulkan dampak kerusakan. Nah lho!

“Mohon kepada pemerintah untuk mengkaji ulang izin analisis dampak lingkungannya, dan kami meminta kepada Disnaker Kota Palembang untuk mencabut tower crane yang diduga digunakan untuk melaksanakan pembangunan,” ujar Arman, Koordinator aksi.

Dia juga bilang nih, kalo mereka meminta pemerintah harus menutup pembangunan secara permanen, bukan cuma satu minggu doang. “Dan kalo tuntutan kami gak dipenuhi, maka kami akan mengerahkan massa untuk melakukan aksi lebih besar lagi,” katanya tegas. Waduh!

Menanggapi aksi tersebut, Pemerintah Kota Palembang mengaku sudah merespon, dan telah melakukan rapat pembahasan. “Sudah ada kesepakan antara Pemkot dan pihak Hotel Ibis untuk menstop pembangunan, dan apabila mau membangun kembali pihak Hotel Ibis harus menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dikeluhkan masyarakat,” jelas Asisten I Pemkot Palembang, Sulaiman Amin.

Hmm.. semoga aja ada jalan keluarnya ya. Lagian, pembangunan hotel ini sejak awal udah diwanti-wanti oleh pemerintah, lantaran bermasalah sejak awal. Trus, kenapa tetap dilanjutin pembangunannya ya? Kita tunggu aja penyelesaian kasus ini!

(Teks dan Foto : RuL/17)

Your email address will not be published. Required fields are marked *