Ruwahan Kampung Al-Munawar, bukti kekompakan umat muslim di tanah Sriwijaya

Ruwahan Kampung Al-Munawar, bukti kekompakan umat muslim di tanah Sriwijaya

0

Seputarsumsel.com – Palembang,
Mau lihat kekompakan umat muslim, meski memakai seragam berbeda? Lihatlah ribuan umat muslim yang memadati Kampung Al-Munawar, dalam rangka mengikui acara ruwahan sekaligus menyambut bulan suci Ramadhan, Jumat (12/5).

Dalam acara ruwahan ini, juga dipanjatkan banyak doa lho, salah satunya mendoakan mendiang tokoh masyarakat dan para gubernur sebelumnya serta keselamatan bagi umat Islam yang ada di Sumsel. Foto dalam bentuk slide diputar di layar besar yang ada di areal ruwahan, agar masyarakat mengingat para pemimpin yang berjasa di tanah Sriwijaya.

Sekitar 5 ribu umat muslim berkumpul, bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta membacakan surah Yaasiin. Menariknya, pembacaan ayat suci Al-Quran dibacakan duet oleh anggota Polri dan TNI. Syahdu banget ya…

Bukan hanya itu, ruwahan ini juga terbilang megah banget, apalagi karena banyak penampilan yang disuguhkan bagi para tamu, seperti pawai obor serta musik rebana. So, setiap tamu yang turun dari ketek di dermaga Al-Munawar diarak dan diantar langsung menuju podium.

Tamu-tamu istimewa itu antara lain Ketua DPRD Sumsel Giri Ramanda, tokoh masyarakat Kgs Abdul Rozak, Karo Kesra Sumsel Ahmad Nasuhi, Ustadz Hendra Zainuddin serta pejabat kepolisian dan TNI lainnya.

Pererat ukhuwah Islamiah umat muslim

Ketua pelaksana ruwahan, Amak Shahab bilang nih, ruwahan ini digelar untuk mendoakan arwah para leluhur. Selain itu, ruwahan juga bertujuan untuk mempererat rajutan ukhuwah Islamiah antar ulama, habib, kiai, umaroh dan kaum muslimin, menjadikan pedoman masyarakat Sumsel yang nasionalisme dan religius.

“Dalam ruwahan kali ini, kami mengikutsertakan anggota Polri dan TNI, bersama ulama membacakan lantunan ayat suci Al-Quran,” ungkapnya.

Sementara, tokoh masyarakat Palembang Kgs Abdul Rozak juga berkomentar, ruwahan ini sebagai bukti masyarakat mencintai para ulama, habib dan tokoh masyarakat yang telah tiada, dan juga bisa mempererat tali silaturahmi antar masyarakat kota Palembang.

“Ruwahan yang dikemas dalam bentuk festival ini bukan hanya memanjatkan doa bagi para pendahulu, tapi tetap mensiarkan syiar Islam serta ikut dalam menjaga keharmonisan sesama umat islam,” ujar pria yang juga menduduki kursi Ketua Kerukunan Keluarga Palembang Darussalam ini.

(Teks dan Foto : Nanda Nasrullah/17)

Your email address will not be published. Required fields are marked *