Siapa Bilang Micin Itu Bikin Bodoh, Generasi Micin itu Nggak Ada!

Siapa Bilang Micin Itu Bikin Bodoh, Generasi Micin itu Nggak Ada!

0

Seputarsumsel.com-Palembang,
Berbagai istilah kekinian sekarang banyak berseliweran. Mulai dari kids jaman now sampai generasi micin.

Nah, buat generasi micin ini, belakangan makin viral karena sering digunakan di media sosial sebagai kata ganti dari tindakan anak jaman sekarang yang melakukan hal bodoh karena nggak berfikir lebih dahulu.

Nah,tindakan sembrono mereka itu sering dianggap karena akibat dari terlalu banyak mengonsumsi penyedap rasa, mereka nggak memakai otak dalam bertindak atau ingin melakukan sesuatu.

Micin, vetsin, atau apa pun sebutan untuk penyedap makanan ini selalu diartikan negatif. Penyedap rasa itu dianggap dapat membuat orang menjadi bodoh. Nah, terdapat fakta mengejutkan nih! Dilansir dari akun Instagram @kamuharuspintar, ternyata micin sama sekali nggak bikin bodoh.

Yang bikin kaget, micin nggak punya efek berbahaya sama sekali. Micin adalah mono-sodium glutamat, kalaupun sengaja nggak mengonsumsi micin, bahan-bahan yang digunakan masayarakat pun sudah mengandung asam glutamat.

Asam glutamat yang ada di micin juga terdapat di sumber makanan lain yang kita santap sehari-hari, termasuk ASI. Micin nggak mempunyai dampak apapun. Kecuali jika dikonsumsi dalam jumlah yang amat banyak.

Seberapa takaran dari banyak itu, tubuh dengan sendirinya akan memberi respons jika kita sudah kebanyakan asupan micin. Namun, berdasarkan penelitian yang dilakukan WHO, ternyata sampai dosis besar pun nggak masalah.

Menurut informasi dari situs TanyaDok, yang menyebutkan bahwa micin atau vetsin atau monosodium glutamat adalah garam sodium dari asam glutamat. Monosodium glutamat ini memiliki bentuk seperti kristal garam atau gula.

Glutamat sebenarnya adalah asam amino alami yang ditemukan pada hampir semua makanan, terutama makanan dengan protein tinggi seperti produk susu, daging dan ikan, dan di banyak sayuran seperti tomat, kacang kedelai, dan rumput laut. Selain itu, tubuh manusia juga memproduksi glutamat yang berperan penting dalam regulasi normal fungsi tubuh.

Sedangkan, MSG adalah glutamat kimia yang terbentuk secara alami. Di masa lalu, monosodium glutamat diekstraksi dari makanan tinggi protein alami seperti rumput laut. Saat ini, monosodium glutamat terbuat dari proses fermentasi industri. Monosodium glutamat yang ditambahkan pada makanan memberikan fungsi penyedap, mirip dengan glutamat yang terdapat secara alami dalam makanan.

Glutamat sebenarnya nggak memiliki rasa sendiri, tetapi meningkatkan rasa lain dan memberikan rasa gurih. Beberapa ilmuwan mengatakan bahwa glutamat berfungsi sebagai menambah rasa kelima yang disebut “umami” atau gurih, disamping adanya rasa manis, asin, pahit, dan asam. Penggunaan monosodium glutamat sebagai penyedap rasa masih menimbulkan kontroversi. Food and Drug Administration (FDA) telah mengklasifikasikan MSG sebagai bahan makanan yang “secara umum bersifat aman,”.

Jadi, kalo micin, vetsin atau MSG kita konsumsi dengan takaran yang wajar dan dicampur dalam bahan makanan, nggak masalah sebenarnya. Asal jangan berlebihan dan dalam jangka waktu panjang banget.

Ada yang mau gadoin micin sampe 1 KG emang? Ya, kalo nggak gadoin micin sampe 1 KG kayanya masih aman aja. Mungkin, dalam beberapa kasus khusus ada orang-orang yang bisa kena efek samping dari micin atau vetsin, tapi nggak ada yang berdampak pada kebodohan.

Pada akhir 1960-an, orang-orang mulai berbicara tentang “sindroma restoran Cina,” dan menyatakan bahwa makanan yang dipersiapkan dengan MSG di restoran Cina membuat mereka sakit. Selama empat dekade terakhir banyak penelitian telah dilakukan untuk menguji gagasan bahwa beberapa orang mungkin sensitif terhadap MSG. Namun, saat ini kebanyakan ilmuwan berpendapat bahwa jika terdapat reaksi seperti itu, sangatlah jarang hal itu sebagai akibat dari sensitivitas atau alergi terhadap MSG.

Sementara itu, penelitian juga nggak menemukan pola gejala yang teratur yang merupakan reaksi khas terhadap MSG. Penelitian menemukan bahwa orang lebih cenderung memiliki gejala jika mereka mengkonsumsi kristal MSG dibandingkan jika mereka makan dalam jumlah yang sama dimana MSG bercampur dengan makanan. Pada beberapa orang mengkonsumsi MSG dapat menimbulkan reaksi seperti sakit kepala, flushing, atau berkeringat.

Wah, berarti jangan salahin micin ya! Kalo emang ada kelakuan anak jaman sekarang yang absurd, percayalah, itu mungkin karena faktor lain, seperti lingkungan misalnya. Jangan dikatain lah adik-adik kita itu, cukup didoain aja, supaya nggak aneh-aneh lagi kelakuannya…… Hehehe…..

( Hai/17)

Your email address will not be published. Required fields are marked *