Sumsel Anggarkan Rp2,69 Miliar Dukung UMKM

Sumsel Anggarkan Rp2,69 Miliar Dukung UMKM

0

Seputarsumsel.com-Palembang,
Ternyata, pertumbuhan ekonomi Sumse lsaat ini didorong oleh belanja infrastruktur dalam rangka Asian Games 2018 lho. Ini nih yang diungkapin sama Sekda Provinsi Sumsel Nasrun Umar. Katanya, Setelah Asian Games berakhir nantinya sektor UMKM merupakan salahsatu sektor potensial sebagai subtitusi belanja infrastruktur pendorong pertumbuhan ekonomi di Sumsel.

Makanya, guna meningkatkan daya saing para pelaku UMKM dan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), PemerintahProvinsi Sumatera Selatan udah menganggarkan dana sebesar2,69Miliar, buatdikucurkan ditahun 2017 ini. Dana tersebut digunakan untuk mendukung semua program UMKM yang dialokasikan pada Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumsel.

Misalnya aja, untuk program pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif UMKM, pengembangan sistem pendukung usaha bagi UMKM, peningkatan kualitas kelembagaan koperasi, perkuatan permodalan UMKM, dan peningkatan kegiatan usaha UMKM

”UMKM adalahsektor yang sangatberpengaruh terhadap perekonomian Indonesia.Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UKM, sektor UMKM merupakan mayoritas jenis usaha yang ada di Indonesia hingga mencapai 99,9% dengan pelakuusaha mencapai 57,8 juta,” ungkapnya dalamrapatkoordinasipenyaluran KUR dan peningkatan Daya Saing UMKM tahun 2017 yang berlangsung di Graha Bina Praja (Auditorium) PemprovSumsel, Selasa (19/9).

Sementara sektor UMKM di Provinsi Sumsel sendiri pada kurun waktu tahun 2012 sampai dengan tahun 2017 terus mengalami pertumbuhan tuh,dengan rata-rata pertumbuhan jumlah UMKM mencapai 4,8% per tahun. So, pertumbuhan ini perlu dipertahankan atau bahkan ditingkatkan di tahun-tahunmendatang dong ya!

Daann..dalam memberikan dukungan bagi sektor UMKM, Nasrun mengatakan, pemerintah telah banyak menggulirkan berbaga bentuk skema pembiayaan, salah satunya adalah KUR. Kemudian, dalam APBN tahun 2017 Pemerintah mengalokasikan anggaran subsidi bunga KUR sebesarRp 9,02triliun. Subsidi KUR inimerupakan bentuk dukungan pemerintah untuk memajukan UMKM di Indonesia, terutama dalam menghadapi berbagai resiko ketidakpastian global.

“Program KUR ini bukan hanya program pemerintah pusat aja, tetapi program kita semua. Oleh karena itu,mari kita bersama-sama sesuaikan dengan perannya masing-masing untuk mensukseskan program KUR ini,” sambungnya.

Untuk diwilayah Sumsel saat ini tercatat baru Pemda Kabupaten Banyuasin yang  telah aktif melakukan input calon debitur potensial ke SIKP. Sementara pemda lainya belum dapat mengikuti dengan alasan keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM).

Maka dari itu, kata Sudarso, dalam penyaluran KUR saat ini ada dua sistem yang dilakukan. Yakni menggunakan data pelaku UMKM (debitur) yang telah ada di SIKP, atau dapat juga menggunakan data sistem informasi di perbankan masing-masing. “Nah dalam masa transisi ini, setelah perbankan menyalurkan KUR kepada debiturnya, maka data tersebut akan dikonversikan kedalam data SIKP,” ini yang diungkapkan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Sumsel, Sudarso, disela rapat tersebut.

Dengan diterapkanya SIKP  ini, kedepanya jika ada debitur yang belum terdata ingin mengajukan KUR ke perbakan, terlebih dahulu harus mengajukan ke instasi Pemda yang bertugas sebagai user SIKP. “Jika tidak demikian, maka yang bersangkutan tidak akan dapat menerima KUR, meski dalam hal ini perbankan tetap melakukan analisa kredit,” tambahnya

Terkait monitoring dan evalusasi KUR sendiri, yang pertama adalah masih didapati beberapa data debitur yang belum valid. “Yang paling sering ditemukan yakni masalah nomer ponsel yang tertera dan letak tempat usaha debitur tidak sesuai dengan kondisi di lapangan,” katanya.

Lalu masih ditemukan sejumlah bank penyalur yang meminta angunan kepada pelaku UMKM (debitur) dalam penyaluran KUR mikro. Kemudian, diketahui terjadi peningkatan omzet, laba, dan tenaga kerja dari UMKM penerima KUR. “Artinya secara sederhana dapat disimpulkan bahwa KUR dapat mendorong usaha dari pelaku UMKM yang menerimanya , jelas Sudarso

Sementara untuk realisasi penyaluran KUR di Sumsel sendiri, hingga tanggal 15 September tercatat sebesar Rp 884,87 miliar, dengan Kabupaten OKU sebagai penyumbang terbesar akad kredit. “Kita harapkan penyaluran KUR di tahun ini minimal dapat menyamai kucuran tahun lalu sebesar Rp 1,7 triliun,” tutupnya

(Teks dan Foto : RuL/HMS/17)

Your email address will not be published. Required fields are marked *