Temukan akta “titipan” di Disdukcapil, ini yang dilakukan Wawako

Temukan akta “titipan” di Disdukcapil, ini yang dilakukan Wawako

0

 

Seputarsumsel.com-Palembang,
Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Jalan Demang Lebar Daun, Senin sore (10/7). Kalo sebelumnya didapati keluhan warga urus Akta Kelahiran yang lama, kali ini apa ya?

Oh…rupanya gak jauh dengan urusan KTP. KTP-Elektronik (El) sejak lama ada emang ada aja masalahnya. Bahkan puncaknya dengan mencuatnya kasus korupsi KTP-El yang menyeret nama-nama pejabat. Kasus tersebut berdampak ke pelayanan KTP-El di daerah yang menyebabkan kekosongan blangko KTP-El.

Namun itu bukan satu-satunya masalah loh, dalam sidak tersebut didapati kejangalan yang terjadi. Sebelum mengetahui ketidakberesan itu, Fitri bersama rombongan sidak ke seluruh ruangan. Dan hasilnya sangat mengejutkan, Wawako menemukan ribuan KTP –El yang belum didistribusikan. Termasuk ditemukan juga keanehan di lantai dua, ruang pencetakan ditemukan enam KTP-El milik warga yang dicetak tanpa melengkapi Kartu Keluarga (KK).

Padahal syarat buat KTP itu harus ada KK, bener gak? Bukan itu aja, Wawako juga menemukan KTP selesai cetak yang diajukan pada Januari 2017 lalu belum didistribusikan. Waduh!

Fitri pun naik pitam, dan semakin meradang, saat mendapati laci para pegawai yang menyimpan KK dan Akta Kelahiran “titipan”. Kemudian seluruh pegawai dikumpulkan dan dimintai untuk memberikan penjelasan atas temuan tersebut.

“Mau tunggu sampe kapan? Warga banyak yang membutuhkan. Saya minta ini segera didistribusikan. Langsung serahkan ke warga yang telah menanti lama. Disdukcapil telah jadi sorotan, banyak laporan masyarakat yang masuk ke saya pribadi maupun ke Pemkot. Ini harus diperbaiki,”ujarnya tegas kepada pegawai.

Lalu, ia memerintahkan pegawai untuk secepatnya mendistribusikan KTP-El ke Kecamatan dan Kelurahan. Setidaknya dalam minggu ini,seluruh KTP- el selesai cetak sudah tidak ada lagi di Disdukcapil. “Pokoknya saya minta semua temuan ini dicatat dan dilaporkan. Kita harus rapat segera untuk ini.

Jangan lagi seperti ini. Apalagi sampai betul kalau pegawai disini lakukan pungli. Bisa dipidana. Kami (Pemkot Palembang), akan buka posko pengaduan terkait masalah kependudukan ini. Segera,” tegasnya.

Fitri pun berbincang-bincang kepada warga menanyakan langsung tentang pelayanan di dinas tersebut. Rustam, warga yang sedang mengatarkan kerabatnya untuk mengurus pembuatan KTP-El. Ia mengungkapkan jika telah menunggu sejak siang. Padahal, pengajuan dan perekaman datanya telah dilakukan Januari.

“Sebab, pegawai Disdukcapil pernah bilang kepada kami kalo bulan Juli blangko KTP – el sudah ada. Jadi kami datang untuk pastikan sudah bisa diambil atau belum. Nyatanya masih juga belum, walau kami sudah menunggu dari siang,”cetusnya.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Ali Subri, didampingi Sekretaris Dinas Sinta Zahara mengungkapkan, kota Palembang kebagian jatah 10.000 blangko KTP-el beberapa waktu lalu. Saat ini pihaknya telah mengajukan kembali ke pusat, namun belum ditanggapi. Pengajuan itu, untuk mencukupi sekitar 36 ribu lagi yang masih belum dicetak.

“Makanya kita mainkan prioritas. Yang sama sekali belum. Kalo yang sudah tapi rusak atau hilang, akan dicetak belakangan. Dari 10 ribu yang sudah dicetak, sekarang tersisa sekitar 1.800an. Kami ajukan kembali namun belum ditanggapi. Kalaupun sudah, sepertinya akan dikirim 10 ribu juga, masih belum mencukupi,”ujarnya.

Nah, terkait temuan Wawako di Kantornya, Ali subri berdalih hal tersebut bisa saja merupakan permasalahan teknis yang terjadi saat pencetakan. “Beberapa kan masalah pencetakan, secara teknis. Kan kami yang tahu,” ucapnya.

(Teks dan Foto : Ratih/IST/17)

Your email address will not be published. Required fields are marked *