The Dylath, kaos oleh-oleh Lahat ini udah ada di hotel bintang 3

The Dylath, kaos oleh-oleh Lahat ini udah ada di hotel bintang 3

0

Seputarsumsel.com-Lahat,
Yang namanya kawasan pariwisata, gak lengkap rasanya kalo gak ada oleh-oleh khas yang bisa dibawa pulang wisatawan. Makanya, di Kabupaten Lahat lagi gencar-gencarnya nih memproduksi oleh-oleh wisata Lahat, supaya Lahat juga bisa dikenal di kancah nasional bahkan dunia.

Adalah Agung, yang memperkenalkan oleh-oleh kaos khas Lahat, bertajuk the Dylath. Baginya, mengenalkan the Dylath bukan cuma sekedar berdagang souvenir semata demi mendapat keuntungan, tetapi juga untuk menyuarakan gerakan perubahan, baik secara ekonomi, pendidikan, juga budaya. Bahkan, secara gak langsung, ia mampu mendukung perekonomian sekaligus peningkatan pariwisata daerah.

Agung memulai the Dylath sejak Juli 2014 lalu. Kata Dylath merupakan plesetan dari kata Delilat, yang berarti cengengesan dalam bahasa lokal Lahat, Sumatra Selatan. Lucu banget ya! Nah, Meski terbilang baru, Agung mampu menapakkan branding-nya di kalangan anak muda dan wisatawan yang berkunjung, terutama para wisatawan dari luar Pulau maupun wisatawan Sumatera Selatan itu sendiri.

Pada akhirnya, ia kini dipercaya membuka gerai di Hotel Grand Zuri sebagai satu-satunya hotel bintang tiga di Kota Lahat. “Inspirasinya memang dari oleh-oleh kaos yang ada di berbagai daerah, tetapi saya ingin lebih mempersempit lingkup di wilayah kabupaten saja melalui media kaos. Apalagi Kabupaten Lahat, walau dalam lingkup kabupaten tetapi menyimpan potensi industri wisata yang luar biasa. Kita tahu, Lahat terkenal banget dengan koleksi ribuan Megalith berumur ribuan tahun, maupun juga pesona ratusan air terjun yang bisa menjadi daya tarik wisatawan,” ungkapnya.

Ia juga berbangga menjadi warga Lahat yang sebagai kota penopang dari Pagar Alam sangat diuntungkan dari sisi letak geografisnya, karena secara otomatis wisatawan yang akan dan kembali dari Pagar Alam akan singgah di kota Lahat.

Dan untuk sarana promosi, ia menggunakan sosial media dan media online lainnya lho. Dengan begitu, the Dylath bisa lebih familiar ya. Ia juga aktif mengikuti pameran, baik di kota Lahat, Palembang maupun di Jakarta, tentu saja bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Lahat melalui Dinas terkait.

“Saya berusaha memancing masyarakat di sini untuk mencintai dan berwisata di daerah Lahat, meski terbuka untuk kunjungan dari daerah lain. Namun, terpenting adalah saya ingin mengubah mindset orang-orang bahwa oleh-oleh itu gak hanya makanan aja, tapi bisa juga bisa berbentuk kaos,” ujarnya.

(Teks dan Foto : RuL/IST/17)

Your email address will not be published. Required fields are marked *