Transmusi Dapat Tambahan Halte

Transmusi Dapat Tambahan Halte

0

Seputarsumsel.com-Palembang,
Direktur Operasional PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) Antony Rais mengatakan, SP2J akan menambah halte portable untuk menaik turunkan peumpang yang akan diletakkan dititik-titik rekayasa lalu lintas seperti di kawasan Jalan POM IX, Jalan Angkatan 45, Jalan Srijaya Negara, Jalan Padang Selasa dan beberapa kawasan lainnya. Penambahan halte portable ini memudahkan pengguna transmusi yang akan naik maupun turun dari transmusi.

“Rekayasa lalu lintas ini jelas membingungkan masyarakat yang biasanya menggunakan kendaraan umum seperti angkutan umum (angkot) maupun Transmusi. Keduanya harus bisa beradaptasi dengan perubahan lalu lintas ini,” jelasnya, Senin (22/1).

Antony menjelaskan, adanya perubahan ini, otomatis angkutannya tak bisa lagi, mengantar penumpang seperti rute semula. “Kalau kita sebenarnya tidak ada masalah, tidak mengganggu kita, tapi masyarakat yang harus kebingungan,” terangnya.

Untuk penambahan halte portable ini sendiri, akan dimintakan kepada Dinas Perhubungan (Dishub). Mengingat penambahan halte merupakan wewenang dari Dishub Kota Palembang. “Kita harus menyesuaikan rute angkutannya, karena sudah tidak sesuai dengan jalur semula,” katanya.

Disinggung mengenai penumpang Transmusi, khususnya mahasiswa dan pelajar yang hendak berhenti di halte Universitas Sriwijaya maupun SMA Negeri 1 Palembang‎ yang datang dari arah Jalan Jaksa Agung Suprato. Antony menyebutkan, nantinya para penumpang bisa berhenti di depan halte Pasca Sarjana, dan naik kembali ke Transmusi yang mengarah ke halte tersebut melalui Jalan Srijaya Negara.

“Solusinya ya begitu. Turun lalu nyambung dan tetap gratis kok. Mau tidak mau, karena kalau Transmusi yang harus memutar itu butuh waktu yang lumayan panjang juga,” terangnya.

Dengan banyaknya titik kemacetan di Kota Palembang, serta beberapa perubahan lalulintas. Antony berharap masyarakat dapat mengerti dan maklum, karena dengan adanya hal tersebut perjalanannya agak terhambat dan terganggu.
“Kemacetan di Palembang ini lumayan parah, sehingga kendaraan yang datang sedikit terhambat, padahal kendaraan yang kita turunkan cukup banyak,” ujarnya.‎

Saat ini, PT SP2J memiliki 239 unit bus Transmusi. Namun dari total bus itu, ada 30 unit bus yng tidak beroperasi, dan 50 unit bus merupakan cadangan jika ada bus yang mogok. Bahkan di tahun 2017 yang lalu, PT SP2J telah meminta bantuan tambahan sebanyak 50 unit bus Kementrian Perhubungan. Sementara untuk 30 unit bus yang tidak beroperasi nantinya akan dilelang oleh Pemkot Palembang.

“Kita kejar untuk Asian Games agar bisa cepat terpenuhi. Untuk bantuan ini, kami berharap mendapat bus yang kecil, karena lebih mudah untuk di kota,” tukasnya. (Ria/18)

Your email address will not be published. Required fields are marked *