Wawako : Saya dulu bercita-cita jadi guru

Wawako : Saya dulu bercita-cita jadi guru

0

Seputarsumsel.com-Palembang,
“Suzan, besok gede mau jadi apa? Aku kepingin pinter, biar jadi dokter….”. Kamu anak kelahiran 80-90-an? Pasti kenal dong dengan tokoh boneka lucu legendaris yang diberi nama Susan.

Ketika Suzan dan teman duetnya Ria Enes, sukses menginspirasi jutaan anak Indonesia untuk meraih cita-citanya dengan lagu? Kamu bisa apa? Ehh..maksudnya tuh, kalo si Suzan aja bercita-cita jadi dokter. Cita-cita kamu apa?

Nah, ngomongin cita-cita, pada penasaran gak dengan cita-cita masa kanak-kanak orang sukses di sekitar kita? Kalo iya, sama donk. Kira-kira orang sekelas pemimpin daerah apa yang cita-citanya dulu? Penasaran? Pantengin terus yah artikel ini.

Taraa… ternyata menjadi tenaga pengajar atau guru adalah cita-cita seorang wanita yang kini memimpin Kota Palembang. Hal itu diakui oleh Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda dalam acara sosialisasi kode etik guru Indonesia Kecamatan Seberang Ulu II, di gedung guru Sumsel Jalan A Yani, Senin (11/9). “Dari kecil cita-cita saya jadi guru,” kata Fitri dihadapan ratusan di sela-sela acara tersebut.

Menurutnya, guru merupakan pekerjaan yang mulia. Pantas, kalo ia sangat mengagumi para pahlawan tanpa tanda jasa ini. “Dari kecil saya kagum dengan bapak ibu guru. Saya teringat bagaimana bapak dan ibu guru memberikan ilmu kepada saya. Saya sangat simpati dan terinspirasi dengan perjuangan yang bapak dan ibu lakukan,” ujarnya.

Meskipun kini nasib berkata lain. Ia tetap berkomitmen untuk memperjuangkan nasib guru. Melalui kekuatan yang ia miliki saat ini, ia berharap kesejahteraan guru akan semakin meningkat.

“Kami akan terus memikirkan bapak dan ibu guru sekalian. Tidak ada yang perlu ditakuti, selama ada niat baik, selama terus berdoa agar kesejahteraan meningkat di Palembang ini, pasti kesejahtaraan bapak dan ibu akan meningkat juga,” ungkapnya.

Fitri pun menceritakan, Kalo dulu di zamannya, murid atau siswa sangat takut dan segan dengan guru, tak berani melawan. Duh, kini justru membut kita harus mengelus dada, soalnya kelakuan siswa sekarang memprihatinkan. Namun gak semua lho, masih banyak kok anak baik dan berprestasi.

“Miris sekali kadang ada tayangan di Televisi, kalau ada murid berlaku kurang sopan kepada guru,” ucapnya.

Maka kegiatan sosialisasi tersebut sangatlah penting. Hal itu akan memperluas pengetahuan para pendidik ini. “Sosialisasi Kode etik hari ini sangat bermanfaat sekali, dan Insya Allah akan menambah wawasan dan ilmu, sehingga guru akan semakin baik dalam mengajar, dan anak didik pun akan tumbuh menjadi lebih baik, dan berprilaku lebih baik pula,” ulasnya.

Dia pun mengatakan, guru sejatinya orang yang tidak memikirkan duniawi saja, tapi lebih memikirkan akhirat, karena begitu terhormatnya profesi guru ini, tentu menjadi ladang amal untuk mereka. “Kita harus cinta dan sayang dengan guru. Kita gak bisa jadi apa-apa tanpa jasa guru,” tuturnya.

(Teks dan Foto : Ratih/Judo/17)

Your email address will not be published. Required fields are marked *